Air
Intake – Exhaust System Diesel
Dwi
Wijayanto
1.1
Pendahuluan.
A.
Pengertian
Air Induction System adalah sistem pada engine
diesel yang berfungsi untuk memperoleh udara yang mencukupi untuk proses
pembakaran seluruh bahan bakar di dalam silinder, sehingga dapat menghasilkan
tenaga/power yang maximum seperti yang diharapkan.
Udara
diperoleh dengan bantuan turbocharge. Turbocharge yang mendapatkan tenaga dari
sisa pembakaran akan mengubahnya menjadi energy mekanis untuk menyedot udara
baru yang akan memasuki ruang bakar hasil pemompaan udara oleh turbocharge yang
mengalami peningkatan suhu, akan disalurkan menuju aftercooler melalui intake
manifold. aftercooler dilengkapi dengan elemen pendingin udara yang
memanfaatkan efek pendinginan coolant.
B.
Aliran Udara Masuk / Air induction
Secara
garis besar urutan aliran udara masuk ialah: Air cleaner - Turbocharge - Aftercooler - Intake Manifold - Combustion
chamber
·
Aliran udara yang masuk dihisap oleh
impeller wheel pada turbocharge yang mendapatkan putaran dari turbin.
·
Udara terhisap sebelum masuk ke system,
udara terlebih dahulu di saring menggunakan pre-cleaner dan air cleaner.
·
Udara yang sudah tersaring kemudian
dihisap menuju aftercooler untuk didinginkan dengan tujuan mendapatkan
kerapatan molekul-molekul udara yang semakin rapat, sehingga volumenya menjadi
bertambah.
·
Proses pendinginan yang digunakan di
aftercooler adalah jenis aftercooler air to water, jadi udara didinginkan
dengan menggunakan coolant yang bersirkulasi.
·
Selanjutnya udara yang telah didinginkan
akan masuk ke intake ruang bakar.
C.
Aliran Exhaust / Hasil pembakaran
Secara
garis besar urutan aliran udara masuk ialah: Combustion chamber - Turbocharge -
Muffler - Exhaust stack
·
Sisa gas buang dari hasil pembakaran
akan dimanfaatkan untuk memutar turbin pada turbocharge, dari katup buang gas
buang akan mengalir menuju turbin pada turbocharge.
·
Turbin akan berputar, putaran turbin
akan memutar impeller wheel yang berfungsi untuk menghisap udara (poin No.2
pada Air induction)
·
Gas buang akan keluar menuju muffler.
·
Dalam kondisi putaran engine tinggi dan
tekanan udara masuk pada intake manifold tinggi, maka gas buang akan terbagi ke
waste gate, sebagian udara tidak bergerak menuju turbin turbocharge melainkan
langsung di buang ke luar.
Pada
tulisan ini saya menggunakan engine QSK45, dimana engine dengan jenis ini
menggunakan 2 turbocharge pada tiap bank (blok kanan dan blok kiri engine)
dengan jenis Single Stage.
D.
Perbedaan Single Stage Dan Two Stage
1.
Singel stage
Turbocharge
single stage prosedur kerjanya sama dengan turbocharge pada umumnya dimana gas
buang akan keluar dan memutarkan 1 turbin turbocharge untuk menghasilkan
putaran impeller yang akan menghisap bahan bakar lalu gas buang akan keluar
menuju exhaust. Pada gambar terdapat 2 turbocharge maksutnya adalah masing –
masing 1 turbocharge pada tiap bank cylinder.
2.
Two Stage
Turbocharge
jenis ini menggunakan 4 turbocharge (2 di tiap tiap bank cylinder), gas buang
yang keluar akan mengalir ke turbin turbocharge yang (high pressure turbocharge)
lalu setelah itu gas buang tidak langsung keluar ke exhaust, melainkan ke
turbocharge yang selanjutnya (low pressure turbocharge) untuk memutar turbin ke
dua dengan sisa energy yang terkandung dalam gas buang, baru kemudian gas buang
akan terbuang menuju exhaust
Udara
yang terhisap akan mengalir dari saringan udara ke rumah turbochage tingkat
pertama (low pressure turbocharger), kemudian ke luar dari turbocharge tingkat
pertama dan masuk turbocharge tingkat kedua (high pressure Turbocharge).
Setelah dikompres pada kompresor/turbocharge tingkat dua maka udara keluar
melewati aftercooler menuju pada pipa manifold hisap silinder. Tujuan dari two
stage ini adalah untuk meningkatkan jumlah udara yang akan masuk ke system agar
meningkatkan torque dan horse power.
1.3.
Komponen – Komponen System Air Induction & Exahust System
A.
Air Filter
Air
filter berfungsi untuk menyaring udara atau memisahkan antara udara dengan
kotoran / partikel yang bercampur dengan udara sehingga udara yang masuk ke
ruang bakar benar – benar bersih dari kotoran/ partikel yang dapat merusak
engine.
B. Turbocharge
Turbocharge berfungsi mendorong lebih
banyak udara ke dalam silinder lebih dari yang diperoleh dengan hisapan alami piston.
Karena lebih banyak udara yang masuk ke dalam silinder, maka lebih banyak bahan
bakar dapat dibakar.
Turbocharge bekerja dengan cara
mengkonversikan energi panas serta tekanan gas buang dari hasil pembakaran
untuk dijadikan energi mekanis putar poros yang nantinya akan dipergunakan
untuk menghisap udara dan mendorongnya masuk dari intake manifold dan masuk kedalam
ruang bakar untuk dilakukan pembakaran.
Komponen
ini terbagi 2 bagian utama yang berputar pada satu shaft,yaitu:
a. Turbine
Wheel, berputar karena gaya dorong gas sisa hasil pembakaran dan selanjutnya
dibuang melalui Muffler, kemudian putarannya diteruskan ke Impeller Wheel.
b. Impeller
Wheel, putarannya akan memompa/menghisap udara yang masuk ke dalam silinder
melalui air filter, aftercooler dan intake manifold.
· Waste Gate
Waste
gate yang terdapat pada turbocharge berfunsgi untuk membatasi boost pressure
pada sisi intake manifold disaat engine mendapat beban maximum maupun beban
minimum maupun pada engine rpm tinggi atau rpm rendah.
Tekanan
pada sisi intake manifold dibatasi dengan cara membuka atau menutup valve
wastegate. Bila tekanan udara pada sisi intake manifold naik, maka tekanan
udara tersebut digunakan untuk mendorong diapraghm lalu mendorong actuator dan
seterusnya mendoromg valve wastgegate terbuka, sehingga tenaga gas buang tidak
seluruhnya digunakan untuk memutar turbin. Sebagian dari gas buang langsung
keluar, sedangkan sebagian lagi digunakan untuk memutar turbin sehingga
kecepatan turbin dapat terkontrol, akibatnya turbin udara pada sisi intake
terkontrol juga.
Bila valve wastegate tertutup, maka seluruh
gas buang digunakan untuk memutar turbin sehingga tekanan udara pada sisi
intake akan naik, akibatnya berat udara persatuan volumenya bertambah juga,
maka kecepatan turbin dan tekanan udara pada intake manifold tidak terkontrol
yang dapat merusak daya tahan dari engine. Wastegate adalah suatu komponen yang
terdapat pada turbocharge yang menentukan performa suatu engine.
Rusaknya
wastgegate dapat mengurangi daya tahan suatu engine akibat dari naiknya tekanan
didalam cylinder dan terjadinya panas yang berlebihan yang diakibatkan tekanan
pada intake manifold maupun exhaust yang tidak benar, sehingga emission yang
terjadi tidak ramah lingkungan.
C. Intake Manifold
Intake manifold berfungsi sebagai
saluran masuk udara ke dalam masing-masing ruang bakar (silinder). Banyaknya
jumlah intake manifold sama dengan banyaknya jumlah silinder pada mesin. Intake
manifold juga terdapat pressure sensor dan intake manifold sensor. Pressure sensor
berfungsi untuk mengukur tekanan udara yang
ada pada intake. Intake manifold temperature sensor berfungsi untuk mengukur
suhu udara yang ada dalam intake manifold.
D. Aftercooler
Komponen
ini dipergunakan untuk mendinginkan udara sebelum masuk ke dalam silinder
dengan tujuan mendapatkan kerapatan molekul-molekul udara yang semakin rapat,
sehingga volumenya menjadi bertambah. Ini diperlukan mengingat bahwa udara
tersebut dialirkan melalui turbocharger yang bekerjanya karena gas buang
sehingga menjadi sangat panas. Pada Aftercooler medi yang digunakan untuk
mendinginkan ialah Air to water jacket, yaitu menggunakan aliran coolant
sebagai media untuk mendinginkan udara.
E. Exhaust Manifold
Exhaust manifold (ditunjukkan di nomer 2) merupakan komponen
yang berfungsi sebagai tempat gas buang yang akan menuju turbocharge. Dimana gas
hasil pembakaran keluar melalui lubang keluar dan masuk ke dalam exhaust
manifold. Exhaust manifold terpasang pada cylinder head dan tepat pada lubang
keluar untuk gas buang.
F. Muffler
Gambar contoh muffler
Dari turbocharge, gas bekas pembakaran
disalurkan melalui muffler dan exhaust stack.Muffler meredam suara ribut dari
gas buang sehingga membuat suara engine menjadi lebih halus.
G. Exhaust Stack
Setelah gas buang melalui muffler,
maka gas buang tadi melewati exhaust stack (pipa keluar). Stack (pipa) ini
mengeluarkan gas buang agar menjauh dari operator.